West Papua Interest Association Merayakan Hut Pribumi Se-dunia Yang Ke-III

Gambar: Ketua II WPIA ketiga dari kiri kenana, Security United Nation ujung kanan dan Masyarakat Pribumi

Gambar: Ketua II WPIA ketiga dari kiri kenana, Security United Nation ujung kanan dan Masyarakat Pribumi

Oksingsing, Kabar Goodide.my.id –  Setelah masyarakat pribumi menolak Otnomi khusus jilid II pada 29 Juli 2020 lalu, pada bulan Agustus masyarakat Pribumi West Papua Interest Association (WPIA) merayakan Hari Pribumi Sedunia di Oksingsing, Kabupaten Pegunungan Bintang Senin, 10 Agustus 2020.

Acara pembukaan hari Pribumi Sedunia ke – III yang dibuka oleh masyarakat Pribumi West Papua, Pegunungan Bintang berlangsung sederhana, aman, dan lancar.

Organisasi Pribumi (Organisation Indigenouse People) yang terbentuk pada 1982 di United Nation tersebut dibuka oleh Ben Martin Kalakmabin selaku ketua II, team kerja WPIA perwakilan Provinsi Papua untuk masyarakat pribumi Papua Pegunungan Bintang. Ben Martin mengungkapkan, bahwa kegiatan Hari Pribumi Sedunia yang dibuka pada tanggal 09 Agustus 2020 adalah yang ketiga kali untuk Pegunungan Bintang.



Sedangkan yang pertama dilaksanakan pada tahun 1982 di Unitetd Nation Amerika Serikat, sedangkan yang kedua kali dilaksanakan pada tahun 1993 di Wara Kem, Sawin Papua New Guinea. Lanjutnya,

hari ini adalah hari ulang tahun orang pribumi sedunia. “Kami khususnya di Pegunungan Bintang atau di Provinsi Papua dan Papua Barat, kami WPIA perwakilan  Pegunungan Bintang mulai dibuka tanggal 10 Agustus di Arinkop, Kampung Oksingsing dan di Amerika pada hari ini tanggal 09 Agustus waktu Amerika,”tuturnya.

Hari pribumi kerap jatuh pada 09 Agustus pada tiap tahun diadakan oleh orang pribumi di seluruh dunia. Dengan moment itu, masyarakat Organisasi Pribumi West Papua Interest Association (WPIA) di Kabupaten Pegunungan Bintang, untuk merayakan hari pribumi sedunia, masyarakat pribumi akan mengadakan sejumlah kegiatan untuk merayakan Hari Pribumi tersebut. Menurut Ben Martin,

pada hari ulang tahun pribumi sedunia pertama dan kedua, kegiatan yang kami pernah selenggarakan adalah sejumlah tari-tarian. Di hari ulang tahun yang ke-3 ini, juga kami akan selenggarakan sejumlah tarian yang belum kami tampilkan yang belum diketahui oleh pihak Internasional supaya mereka ketahui. Karena yang pernah ditampilkan sudah diketahui oleh pihak Internasional (PBB), lanjut Ben Martin.

“Hari Pribumi sedunia ini akan diisi dengan sejumlah kegiatan, yaitu tari-tarian, jula petatas (boneng), noken Papua yang dibuat oleh kami sendiri mulai dari tanggal 09-15 Agustus 2020,”katanya.



Sesi terakhir dari pembukaan HUT Pribumi Sedunia tersebut, Ben Martin juga menyampaikan harapan-harapannya bahwa dilihat dari mata pribumi, di tanah Papua adalah Pertama, harus damai. Kedua, Orang Pribumi Papua hanya 2% saja. Kami tidak mau orang Papua itu korban di atas negeri kita. Oleh karena itu, lembaga yang dilahirkan oleh WPIA adalah Internasional. Maka kami masyarakat pribumi merayakan itu, lanjutnya.

“apabila ada undang-undang dan pasal,  mereka menentukan atau diperintah kerja seperti ini ya, kegiatan ini biasa kita laksanakan. Kegiatan ini bukan dilakukan oleh karena inisiatif kita, tetapi kami diperintah oleh atasan yang melahirkan Organisasi Pribumi di ini,” tutupnya.

Penulis: Opni

Editor: Admin






Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *