Taiwan Borong Rudal Milik AS Untuk Hadapi China

emerintah Amerika Serikat (AS) telah menyetujui penjualan rudal sebagai bentuk perlawanan terhadap negara China pada Kamis (22/10) dini hari, borangan rudal sebanyak penjualan rudal udara darat canggih dengan senilai US$1 miliar

ilustrasi photo

ilustrasi photo (tribun news)

Semarang, Kabar Goodide.my.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menyetujui penjualan rudal sebagai bentuk perlawanan terhadap negara China pada Kamis (22/10) dini hari, borangan rudal sebanyak penjualan rudal udara darat canggih dengan senilai US$1 miliar atau sekitar Rp14,6 triliun kepada Taiwan.

seperti yang dilansi di (AFP) bahwa terjadinya penjualan rudal udara milik Amerika Serikat terhadap Taiwan ini dalam bentuk perlawanan kepada china,

Kementerian Pertahanan taiwan, Yen De-fa mengatakan bahwa dengan pembelihan rudal udara sebanyak 135 buah ini, akan mampu meningkatkan pertahanan baik melalui darat maupun di laut sehingga dengan adanya penambahan rudal udara ini dapat mampu bertahan dalam segala bentuk cuaca.



“Akhir-akhir ini serangannya sangat besar dan terus waspada baik siang maupun malam. Untuk mengatakan sebaliknya akan menipu banyak orang,” kata Yen, tanpa memberikan angka perbandingan untuk tahun lalu.

Alternatif lain yang membuat Menteri Petahanan, Yen De-fa memborong rudal udara ini karena Taiwan menjadi Negara terancam oleh Negara China yang dan negara tetangga lainnya. Oleh sebab itu, “Yen De-fa mempersiapkan diri sebelum di serang oleh musuh-musuhnya,” Ujarnya.

Lanjutnya, Yen De-fa mengaku bahwa Negara Taiwan selalu dancar oleh negara tetangganya sehingga persetujuan tersebut terjadi ketika Taiwan sedang menopang pertahanannya terhadap ancaman dari China.
 
Bahkan hal itu Departemen Luar Negeri AS pun mengatakan hal yang sedemikian rupa, pihaknya setuju untuk menjual 135 rudal jelajah AGM-84H SLAM-ER yang dipandu dengan presisi dan diluncurkan dari udara.
 
Selain itu, pihaknya juga menyetujui penjualan enam pod pengintai udara MS-110 dan sebelas peluncur roket ringan M142, sehingga total tiga paket senjata tersebut bernilai US$1,8 miliar atau sekitar Rp26,4 triliun.



Apalagi Pulau itu, Beijing memandangnya sebagai wilayah termasuk dalam Negara China. pulau itu dalam daerah kekuasaanya otoriter Negara China sehingga ancaman bagi Taiwan adalah Negara China akan merebut pulau itu karena dianggapnya sebagai wilayah daeah kekuasaan milik Negara China.

“Taiwan benar-benar dalam kondisi yang amat menekankan, ibaratkan seperti “ubi jalar yang berada ditengah-tengah batu” sehingga selalu diacam oleh negara China, mereka tidak bisa bergerak kanan ataupun kiri. oleh sebabnya, demi ambisinya Negara China yang ingin merebut pulau Itu, taiwan harus memperkuat diri untuk menghadapi otoriter Negara China,” Ujar Penasihat Keamanan Nasional Presiden Donald Trump, Robert O’Brien pada pekan lalu.

Alternatif lainnya, Taiwan harus waspada dan harus punya strategi yang matang untuk menghadapi Negara China, karena hal ini berbeda dengan tiga pemerintahan AS sebelumnya yang mewaspadai kesepakatan senjata besar dengan Taipei karena takut menimbulkan kemarahan Beijing.

“Hal itu menimbukan dendaman antara dua wilayah dari negara yang berbeda pula, namun tetap saja Negara China mempertahankan prinsipnya untuk merebut wilayah itu. karena menurutnya wilayah tersebut bagian daripada negara china itu sendiri,” Tutupnya

Penulis: Admin (Utama)

Baca Juga:

Sistem (Daring) Kuliah Online di Papua Perlu Dibicarakan Secara Publik

Gedung Sekolah dan Aktifitas Belajar di Intan Jaya Terpaksa Harus Diberhentikan



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *