Perang akan Berhenti kalau Dua Permintaan TPNPB di Kabulkan

Ini dua permintaan terakhir Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat TPNPB

Ini dua permintaan terakhir Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat TPNPB

Kabar Goodide.my.id – Baru-baru ini kita mendapatkan banyak sekali informasi yang terjadi dipapua baik dalam berbagai sektor. Terutama dalam perang yang terjadi kontak penembakan antara TPNPB, TNI dan Polri. 

Dibalik konflik serangan yang terjadi antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) dan Tentara Negara Indonesia (TNI) banyak berkorban nyawa dari kedua pihak tentunya. Korban akibat serangan terbilang jumlah korban puluhan hingga ratusan.


Dibalik serangan oleh TPN-PB ternyata ada perasaan yang sangat mendalam dan ternyata perasaan ini sudah di pendam selama puluhan tahun. Jika kondisi serangan TPN-PB terhadap TNI ingin dihentikan maka ini adalah dua permintaan terakhir kepada pihak yang berwenang yakni pemerintah pusat.

Dikutib dari ( tabloid jubi ) permintaan pertama adalah tentu tidak terlepas dari isu penolakan Otsus. TPN-PB meminta kepada pemerintah pusat agar Otsus Jilid II tidak dilanjutkan. Permintaan yang kedua adalah harus menghentikan rencana pertambangan Blok Wabu. 



Staf TPN-PB Intan Jaya, Apeniel Tipagau, mengatakan bahwa “Jika tidak dikabulkan, kami akan terus bergerak. Karena itu adalah perintah dari atasan, Komandan Operasi Umum, tuan Lekagak Telenggen untuk terus melakukan serangan,” katanya.

Tipagau mengaku, serangan yang dilakukan dibawah pimpinan aibon kogoya dan undius kogoya ternyata tidak akan berhenti apabila kedua permintaan tersebut tidak dikabulkan. 

Selain itu alasan utama Tipagau adalah Blok Wabu merupakan wilayah keramat orang Moni di Intan Jaya yang tidak boleh dibongkar secara sepihak, sementara Otsus hanya sebagai bujukan namun akan memusnahkan orang asli Papua.

Disisi lain, pada umumnya masyarat indonesia menganggap kelompok TPN-PB adalah kelompok bersenjata yang mana dianggap sebagai separatis dan provokator serta kelompok kriminal bersenjata. Ini adalah sebuah konsep dan pandangan yang kesalahan besar. Pasalnya, kelompok TPN-PB ini sudah berdiri sejak 9 januari 1969.

Dunia mengetahui kelompok TPN-PB ini dengan betul. Sementara masyarakat indonesia hanya menggap sekelompok kecil yang menyebar provokasi dan dianggap separatis atau serupanya.

Bahkan perserikan bangsa-bangsa ( PBB ) pun mengetahui hal tersebut sebagai kelompok tentara yang sedang perjuangkan kemerdekaan yang bertujuan untuk melepas diri dari negara indonesia. 




“Mereka bukanlah kelompok provasi, separatis, ataupun kelompok kriminal bersenjata. Namun mereka adalah tentara nasional papua dan papua barat.”

Penulis: MSG utuma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *