Pengungsi di Nduga Menyebabkan Meninggal 400 Orang di Hutan

pengungsi di nduga menyebabkan 400 orang meninggal

pengungsi di nduga menyebabkan 400 orang meninggal

Semarang, Kabar Goodide.my.id – Pengungsian yang berlangsung 2 (dua) tahun terakhir menyebabkan 400 orang meninggal dunia, hal ini terjadi karena dua hal yaitu terutama pembunuhan oleh Aparat Keamanan Negara, kedua karena Kesehatan. Dua factor inilah yang menjadi jawaban dari kenapa 400 orang pengungsi berujung kematian di hutan?

Negara tidak bertanggung jawab atas kematian secara brutal yang terjadi baik dari pembunuhan oleh aparat keamanan, juga karena penyerangan penyakit atau Kesehatan yang tidak baik sehingga mereka berkorban dan meninggal dunia di hutan.



Informasi yang (www.kabargoodide.my.id) didapat bahwa selama ini sejak 2018 lalu mereka belum pulang ke kampung halaman mereka, saat ini sudah hampir 3 tahun mereka bertahan hidup di hutan. Mereka pengungsi ini karena mereka takut kepada aparat keamanan.


Saat beberapa waktu lalu, Bersama sipe kelnea selaku alumi Uncen membentuk tim dari kampus Uncen melakukan penelitihan dan saat itu langsung diajak berdiskusi dengan masyarakat Nduga disana.

Laporan yang didapat Tim Uncen, bahwa selama pengungsian ini kami bertahan hidup disini walupun Kesehatan kami tidak baik. Selain itu mereka juga berpindah-pindah tempat agar mereka mendapatkan makanan demi bertahan hidup dihutan.

“sipe kelnea mengatakan, bahwa saat ini sudah mencapai 400 jiwa meninggal dunia di pengungsian hutan, jumlah korban tersebut tidak termasuk dengan kabupaten lainnya,” kata sipe kelnea.

lanjutnya, pengunsian di hutan ini awalnya hanya Nduga wilyah Kabupaten Jayawijaya. Namun Ketika operasi militer yang terus meningkat, hingga ahirnya hampir seluruh wiliyah kabupaten bagian (pegunguan papua) juga ikut mengungsi dihutan.

Hingga kini pengunggsian tersebut ada dua kumpulan yaitu pengunggsi secara kelompok dan secara individu sehingga masing-masing mencari kebun untuk bertahan hidup dalam kebutuhan sehari-hari. Namun ada juga membuat kebun saat itu demi keberlanggsungan hidup.




Sangat disayangkan sekali karena dalam pengungsian tersebut pemerintah setempat tidak pernah perhatikan mereka, bahkan mereka tidak menyiapkan beruba bama untuk rakyatnya sendiri.

Jangankan pemerintah setempat turun di lokasi, bahkan bersuara tentang rakyatnya saja tidak ada. Harusnya anda sebagai waki rakyat baik DPR maupun Bupati atau lainnya, anda menyiapkan Bama dan Obat-Obatan demi menjaga Kesehatan masyarakatmu, bukan semata mencari popularitas saja.

Hal ini sudah jelas bahwa di wilayah Nduga Jayawijaya dan beberapa kabupaten lainnya dijadikan wilayah kekuasan aparat keamanan militer. Sehingga masyarakat disana karena takut maka masyarakat lebih memilih pengunggsi daripada dibunuh secara cuma-cuma.

Relawan lainnya datang dari Agus kogoya, dia mengatakan bahwa Akan tetapi menurutnya, jumlah itu kemungkinan akan meningkat karena hingga kini masih terus terjadi pengungsian warga dari Nduga ke Jayawijaya dan kabupaten lain.

“Kami belum mendata lagi, sudah berapa banyak jumlah pengungsi Nduga di Jayawijaya kini,” kata Agus Kogeya



Lanjutnya lternatif lainnya, pemerintah Indonesia lebih mementingkan pembangunan daripada keselamatan SDMnya. Pemerintah Indonesia pura-pura tidak tau dengan seluruh peristiwa-peristiwa yang tidak memanusiawi yang terjadi disana. Untuk menutupi peristiwa tersebut, pemerintah Indonesia alihkan Bahasa lebih kepada pembangunan. katanya

“ Kogeya juga menugutarakan, Jika anda benar-benar membangun papua, utamakan keselamatan manusia dulu baru yang lainnya. Saat ini lebih mementingkan pembangunan daripada manusia atau masyarakat papua. Buktinya sampai saat ini di Nduga kabupaten Jayawijaya pengungsi di hutan. Apakah ini yang dibilang pembangunan? Apakah pemerintah peduli masyarakat papua? jawabannya, tentu saja tidak,” tutupnya.

Penulis: Utuma (MSG)
Baca Juga:



3 thoughts on “Pengungsi di Nduga Menyebabkan Meninggal 400 Orang di Hutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *