Masyarakat Nduga Masih Mengungsi di Hutan, Kesehatan dan Nyawa Menjadi Terancam

Semarang, Kabar Goodide.my.id – Masyarakat Nduga sampai saat masih mengungsi di hutan. Menurut informasi yang www.kabargoodide.my.id dapat bahwa sebanyak 400.000 orang mengungsi di hutan. Sampai saat ini mereka masih belum Kembali di kampung halaman masing-masing.

Masyarakat nduga masih mengungsi di hutan terdiri dari 3 kabupaten yaitu kab intan jaya, kab Timika, dan pegunungan bintang. Sementara kabupaten tetangga lainnya  juga ikut menggunsi dihutan

Saat ini kondisi di terdapat beberapa wilayah tersebut dijadikan daerah kekuasan aparat militer. Daerah atau wilayah milik masyarakat Nduga, kini sekarang menjadi daerah atau wilayah kekuasaan militer.

Mereka adalah kelompok masyarakat sipil alias (biasa) yang mengungsi dihutan. Kebutuhan sebagai sarana makanan dan keselamatan menjadi terancam bagi masyarakat Nduga dan sekitarnya. Suasana seperti di hutan sangat tidak baik untuk masyarakat. Sangat membutuhkan pengamanan Kesehatan seperti obat-obatan dll.

Juga alternatif lain, informasi yang kami  dapat www.kabargoodide.my.id bahwa sampai saat ini terdapat sebanyak 400 jiwa orang meninggal di hutan. Kematian yang begitu sia-sia. Itu hanya dihitung data-data yang terlihat saja, tidak terhitung dengan kematian yang terjadi diluar atau yang dibunuh secara diam-diam oleh Militer Indonesia.


Berdasarkan beberapa peristiwa yang terjadi secara brutal diatas tanah papua. sampai saat ini terdapat lebih dari 7 kasus HAM terberat yang pernah terjadi di papua. peristiwa tersebut pemerintah pusat tidak menindak lanjuti secara menyeluruh. Dari peristiwa yang pernah terjadi, ini hanya dihitung yang terberat. Tidak dihitung dengan pembunuhan 1-10 orang scara bertahap di papua



Berikut catatan kasus-kasus pelanggaran HAM di Provinsi Papua dan Papua Barat :

1.    Kasus Biak Bedarah, 6 Juli 1998
2.    Kasus Wasior Berdarah,  Juni 2001
3.    Kasus Wamena Berdarah, April 2003
4.    Kerusuhan Universitas Cenderawasih,di Jayapura 16 Maret 2006
5.    Kasus Dogiyai berdarah 13 hingga 14 april 2011
6.    Kasus Paniai Berdarah, di Enarotali, 8 Desember 2014
7.    Kasus Deiyai pada 1 Agustus 2017
8.    Kasus Nduga, 2 Desember 2018

Peristiwa-peristiwa yang terjadi secara tidak memanusia diatas tanah papua, dalam kasus yang tidak pernah terselesaikan oleh pemerintah pusat sejak papua dianekasi dalam Indonesia pada tahun 1963.

Sebenarnya masih banyak kasus-kasus lainnya yang juga termasuk kategori pelanggaran HAM, baik yang dialami oleh orang asli Papua, warga pendatang, maupun dari kalangan aparat (TNI/Polri). Belum kasus-kasus lain seperti diskriminasi terhadap warga asli Papua di luar Papua, Pelanggaran HAM yang tiada berahirnya.

Pengungsian di nduga ini terbilang waktu yang cukup lama, sampai saat ini usia pengungsia sudah hampir 3 tahun. Mereka bertahan hidup di hutan, tanpa pengamanan dan bahan Kesehatan dan tanpa makanan yang bergizi.

Dua (2) tahun terakhir dimulai dari 2018 hingga saat ini pembunuhan selalu ada dan selalu terjadi, baik pembunuhan terhadap masyarakat sipil, pendeta, pelajar, terhadap guru dll. Sementara ada peristiwa pemerkosan dibawah umur. Merekan adalah anak SD, setelah diperkosa oleh kumpulan militer tersebut kemudian disuruh pulang.

HAM yang terjadi dipapua tidak main-main, jangan menanggap sepele. Masyarakat disana sangat menderita karena ulah militer negara. Mereka dengan mengatasnamakan mengamankan daerah atau wilayah. Jika “mengamankan,” (bukankah bunyi katanya bahwa “tempat kejadian?”)

Berdasarkan informasi yang kami dapat (www.kabargoodide.my.id) masyarakat disana baik-baik saja. Sama sekali tidak ada masalah. Namun hal itu justru kehadiran Militer Negara hadir sepertinya mengalahkan api bernalar kekejaman dalam aktifitas masyarakat papua.

Sejak kehadiran militer di papua. masyarakat papua menjadi terancam. Mereka hidup dalam serba kesulitan, kehidupan mereka benar-benar tidak aman. Hal itu terjadi karena selalu diancam dengan cara yang tidak wajar. Bahkan jika masyarakat tersebut tidak melakukan atau tidak sesuai dengan permintaan oleh militer Indonesia maka akan dibunuh. Berbeda dengan perempuan papua, militer Indonesia tidak langsung dibunuh melainkan terlebih dahulu mereka perkosa, kemudian mereka bunuh.



Itu yang terjadi di papua, dan perlakuan kekejaman yang tidak memanusiawi ini berlaku di seluruh wilayah papua. kebih khususnya kepada saudara kita yang masih mengungsi di hutan.

Sangat disayangkan, jangankan orang lain. Pemerintah kabuaten daerah saja tidak memperhatikan masyarakatnya, mereka tidak memberikan bantuan berupa makan ataupun obat-obatan. Pemerintah daerah membiarkan rakyatnya dihutan.

Bahkan bersuara saja tidak ada. Sepertinya pemerintah daerah tidak memiliki hak untuk bersuara. Walaupun masyarakat sendiri di perkosa, dibunuh, dan dijajah, dll.

Kehidupan yang sangat tidak adil. Diatas tanah sendiri diusir. Wilayah yang sebelumnya milik orang asli nduga dan wilayah sekitarnya, kini diusir di hutan dan mereka bertahan hidup dihutan. Sejak 2018 sampai sekarang wilayah tersebut menjadi kekuasan aparat militer sehingga masyarakat nduga dan wilayah sekitarnya masih belum pulang sampai sekarang.

Penulis: Utuma (MSG)

Baca Juga:




2 thoughts on “Masyarakat Nduga Masih Mengungsi di Hutan, Kesehatan dan Nyawa Menjadi Terancam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *