Kepala Distrik Kamuu, Non Papua Melarang Tulis Togel

melarang togel

Image: Doc Dogiyai Kepala Distrik kamuu. Kab Dogiyai



Dogiyai,Kabar Goodide.my.id – Kepala Distrik Kamuu Maksimus Dogomo, S. Sos, melarang pedatang tulis kupon judi Toto Gelap (Togel) di wilayah distrik kamuu, Kabupaten Dogiyai-Papua.

“Sebab pemuda distrik kamuu berhak menulis togel karena banyak pemuda atau masyarakat kamuu ingin mendapatkan persen % dari menulis togel itu,” kata kepala distrik kamuu kepada wartawan, Senin (27/7/2020).

Kepala distrik kamuu Maksimus Dogomo mengatakan,” untuk agen togel kami ijinkan pendatang atas nama Sapri dan putra daerah hanya Emelinus Tigi, mereka berdua tidak mampu membayar masyarakat kena angka nilai besar kami siap mencita aset kedua agen togel sesuai pernyataan ijin menjual togel, kemudian hari kedua agen tidak mampu membayar komitmen cita milik aset,” tegasnya .



“Sebenarnya kami tidak mengijinkan untuk menjual togel tetapi banyak masyarakat dan pegawai terumus dalam togel, sebenarnya dampak orang malas bekerja tetapi kami ijinkan menjual togel tetapi yang berhak menulis putra daerah untuk mencari persen melengkapi kebutuhan dalam keluarga,” tuturnya Dogomo.

Ya, salah satu warga Non Papua wilayah distrik kamuu menulis togel, kami melarang menulis menjual togel karena belakangan ini banyak pemuda tidak menginginkan konsumsi miras akhirnya pedatang yang menulis togel saya langsung teguran dilarang menulis,” ungkapnya Dogomo.

Sementara itu salah satu bandar togel Melianus ,” kami sangat apresiasi kepada kepala distrik kamuu karena beliau melarang menulis togel untuk Non Papua akhirnya saya sudah lupa untuk konsumsi miras karena selalu mendapatkan persen dari menulis shio dan persen dari angka, seandainya pemasang kena dua angka, tiga angka dan empat angka akhirnya kami juga mendapatkan persen maka bisa melengkapi kebutuhan dalam keluarga,” tuturnya.

Dia, kami yang menulis menjual togel telah menggelar rapat dan bersepakat bahwa non Papua melarang keras menulis togel di wilayah Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai-Papua,” tutupnya Meli.

Penulis: Yanuarius Goo



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *